Pemasaran Sawi

TUGAS PRAKTIKUM

PEMASARAN PERTANIAN

(Pemasaran Sawi)

clip_image002

Oleh:

Nurafni

1006135800

AGB-C

JURUSAN AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

2012

Judul : Analisis Pemasaran Sayuran Organik (Sawi) di PT Agro Lestari Ciawi Bogor Jawa Barat

PEMBAHASAN

a. Permasalahan dalam pemasaran Sayuran Organik (Sawi) di PT Agro Lestari Ciawi Bogor Jawa Barat

Pengembangan pertanian organik terutama sayuran organik tidak cukup hanya mengandalkan potensi lahan atau sistem produksi yang baik saja, karena dapat menghambat perkembangan pertanian organik tersebut. Untuk meningkatkan kegiatan pertanian organik diperlukan sistem agribisnis yang baik dan terencana. Lembaga pemasaran sebagai bagian dari sebuah sistem agribisnis perlu untuk diperhatikan kesiapan dan kinerjanya, karena lembaga pemasaran berperan dalam sistem tataniaga hasil pertanian sejak lepas dari produsen sampai ke tangan konsumen. Harga sayuran di tingkat petani selalu lebih rendah dibandingkan dengan harga sayuran di tingkat pemasok, hal ini disebabkan karena petani tidak memiliki bargaining position yang kuat dibandingkan dengan lembaga pemasaran lainnya. Selain itu petani juga tidak memiliki informasi pasar yang lengkap padahal tinggi rendahnya harga jual sayuran tergantung dari informasi pasar.

Pada umumnya struktur pasar yang dihadapi oleh komoditi pertanian biasanya bersifat bersaing sempurna, sehingga petani bertindak sebagai penerima harga (price taker). Pemasaran komoditi pertanian, khususnya sayuran organic harus melalui beberapa lembaga pemasaran sehingga panjangnya saluran pemasaran mengakibatkan penerimaan di tingkat petani rendah. Permasalahan pemasaran yang terjadi pada PT Agro Lestari adanya ketidak efisienan saluran pemasaran sayuran organik yang dipasarkan sehingga terjadi perbedaan harga yang cukup besar antara harga jual di tingkat petani dan harga jual di tingkat pemasok.

a. Saluran Pemasaran pemasaran Sayuran Organik (Sawi) di PT Agro Lestari Ciawi Bogor Jawa Barat

Proses pemasaran sayuran organik mulai dari petani hingga konsumen akhir melibatkan beberapa lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul dan pemasok. Terdapat tiga saluran pemasaran yang terjadi pada pemasaran sayuran organik yang dilakukan PT Agro Lestari, mulai dari petani hingga konsumen akhir.

Saluran Pemasaran 1

                           
  clip_image004

45%

clip_image007

  clip_image003 clip_image005

20%

clip_image008[4]

                clip_image006
 
             
 
 

Saluran satu terdiri dari petani ke pedagang pengumpul dan petani besar ke pemasok dan petani besar lalu ke swalayan kemudian ke konsumen. Pada saluran pemasaran ini terdapat tiga lembaga pemasaran yang terlibat. PT Agro Lestari melakukan proses pemasaran sayuran organik melalui Pemasok dan petani besar dengan penentuan harga ditentukan oleh perusahaan sendiri berdasarkan harga yang berlaku di pasar melalui informasi yang diperoleh dari bandar dan pedagang pengumpul lainnya yang pembayarannya dilakukan secara tunai.

Saluran Pemasaran 2

           
  clip_image009   clip_image010[4]   clip_image006[1]

Saluran pemasaran dua hampir sama dengan saluran pemasaran satu yang memiliki tiga lembaga pemasaran yaitu dari petani ke pedagang pengumpul dan petani ke pemasok kemudian ke swalayan lalu ke konsumen.

Saluran Pemasaran 3

               
  clip_image004[1]   clip_image011clip_image012[4]   clip_image006[2]
       
 

Saluran pemasaran tiga ini berbeda dengan saluran pemasararan sebelumnya dimana proses pemasaran sayuran organik ini dari PT Agro Lestari langsung ke konsumen tanpa melewati pemasok dan swalayan. Saluran pemasaran tiga merupakan saluran pemasaran yang lebih pendek dari kedua saluran pemasaran sebelumnya.

b. Analisis saluran pemasaran Sayuran Organik (Sawi) di PT Agro Lestari Ciawi Bogor Jawa Barat

clip_image014[4]

clip_image016[4]

 

Pada pemasaran tiga total marjin pemasaran untuk komoditi sawi organik sebesar Rp 8500,00 per kg dengan persentase dari total harga penjualan sebesar 70,86 persen. Total keuntungan sebesar Rp 6200,00 per kg (51,68 persen) dan total biaya pemasaran Rp 2300,00 per kg (19,18 persen) dengan sebaran marjin pemasaran pedagang pengumpul dan petani besar sebesar Rp 3500,00 per kg (29,17 persen), marjin pemasaran supermarket sebesar Rp 5000,00 per kg (41,67 persen).

Komponen biaya pemasaran di tingkat pedagang pengumpul dan petani besar terdiri dari biaya pengangkutan dan tenaga kerja, biaya sortasi dan biaya kemasan yang besarnya sama yaitu masing-masing sebesar Rp 750,00 per kg dan Rp200,00 per kg dimana persentasenya untuk masing-masing biaya sebesar 6,25 persen dan 1,67 persen begitu juga di tingkat supermarket memiliki besar biaya yang sama pada tingkat pedagang pengumpul dan petani besar.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s